Pengantar
Satu lagi manfaat kecanggihan teknologi, terutama Handphone berkamera dan Internet adalah tersibaknya perilaku seks bebas dikalangan remaja. Hasil penelitian yang kami lakukan, hampir setiap warnet (warung internet) di
Temuan lainnya, terindikasikan adanya pekerja seks komersial (PSK) yang mengaku berstatus pelajar, dengan target para karyawan-karyawan swasta BUMN ataupun pegawai negeri. Modus operandi yang dilakukan adalah dengan berpura-pura menelepon dan menyatakan salah sambung, kemudian mengajak ngobrol. Jika respon positif yang diberikan calon korban tahap pertama adalah mengajak bertemu sekedar makan siang atau makan malam, baru mengajak berkencan. Jika ajakan berkencan ditolak, meminta dibelikan voucher isi ulang cukup sajalah.
Akibat dari menjadikan
Latar Belakang Ilmiah
Laporan UNICEF tahun 2004, di Indonesia diperkirakan 30 % pekerja seks komersial berumur di bawah 18 tahun, bahkan ada beberapa yang masih berumur 10 tahun. Diperkirakan pula sekitar 40.000 – 70.000 anak menjadi korban eksploitasi seksual dan sekitar 100.000 anak diperdagangkan setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka dipaksa masuk dalam industri seks, hal ini berkaiatan dengan menjadikan pariwisata seks menjadi salah satu isu komoditas unggulan di daearah wisata seperti Bali dan
Hipotesis
Kekhawatiran kami adalah Terance H. Hull dalam bukunya Pelacuran di Indonesia terbitan Pustaka Sinar Harapan tahun 1997, menemukan bahwa salah satu pintu masuk ke dunia prostitusi adalah perilaku seks pra nikah yang tidak disertai tanggungjawab terutama dari pihak laki-laki. Sebagai bentuk kekecewaan dan pembalasan dendam terhadap laki-laki korban melacurkan dirinya.
Daerah Kalimantan Selatan yang di claim sebagai daerah religius sebenarnya menyimpan bom waktu. Di satu sisi, masyarakat merasa nyaman dengan tingkat religiusitas tersebut sehingga menafikan adanya potensi perilaku seks pra nikah. Hal ini yang mendorong kami untuk membuktikan secara ilmiah fenomena perilaku sek pra nikah ini dengan berangkat dari hipotesis bahwa perilaku berpacaran mempengaruhi perilaku seks pra nikah di kalangan pelajar di 3
Metodologi
Penelitian ini tidak dirancang untuk menggeneralisir temuan pada tingkat populasi. Sebagai populasi kami mengambil pelajar SMA dan SMP di
Estimasi jumlah populasi sekitar 10.000 siswa di ketiga daerah tersebut. Dengan menggunakan teknik pengambilan sample secara accidential sampling, kami mengambil 730 orang siswa sebagai sample. Pembagian proporsi sample dilakukan dengan perkiraan jumlah siswa di
Penelitian ini juga hanyalah penelitian deskriptif yang dimaksudkan untuk menyuguhkan fenomena perilaku seksual pra nikah dikalangan siswa SMP dan SMA. Penelitian ini tidak diposisikan untuk lebih lanjut menganalisa fenomena tersebut.
Jangka Waktu
Direncanakan waktu yang diperlukan untuk keseluruhan proses penelitian ini adalah 6 bulan. Khusus untuk pengambilan data dilakukan selama dua bulan dari 17 September hingga 30 November 2007.
Salam mas Sukri. Saya apresiasi efford anda dalam memperkenalkan dan mungkin mengembangkan kriminologi di sana. Kapan kita bisa diskusi lagi nih secara langsung? Salam untuk istri dan anak
ReplyDeletesaya sangat setuju dengan pendapat anda.
ReplyDeletesemoga bapak dan teman-teman bapak dapat melanjutkan perjuangan bapak untuk memberantas seks bebas di kalimantan selatan.
saya yang pertama mendukung bapak. salam hangat dari naff.by www.bungetz.co.cc